Assalaamu;alaikum,Wr.Wb.
Bismillaahirrohmaanirrohiim.Alhamdiliilahi robil :alamin.wasolatuwasalaamu 'ala asrofil anbiyai walmursalin.ama ba'du.
Hadirin yang dimulyakan Allah SWT
Marilah kita panjatkan segala puji atas anugrah dari Allah atas segala nikmat yang Allah anugrahkan kepada kita semua terutama terutamanikmat iman.
Berbicara tentang iman, Keimanan sangat penting karena maraknya tindak
kriminal baik yang dilakukan oleh orang awam seperti pencurian,
perampokan, dan pembunuhan, maupun yang dilakukan oleh para pejabat
seperti korupsi, kolusi dan nepotisme disebabkan karena tingkat keimanan
yang sangat rendah.
Orang yang rendah imanya rendah, cenderung
untuk mencari cara yang mudah untuk mencapai tujuan dan tidak peduli
halal haram. Yang haram dihalalkan dan yang halal diharamkan. Teman
diperlakukan sebagai lawan dan lawan diperlakukan sebagai teman. Orang
seperti itu tega menggunting dalam lipatan dan menohok kawan seiring.
Kita bisa mengambil pelajaran dari kasus korupsi yang dilakukan oleh
manusia yang disinyalir melibatkan banyak orang. Satu dengan yang lain
saling tuduh menuduh dan saling salah menyalahkan.
قَالَتِ الأعْرَابُ آمَنَّا قُلْ لَمْ
تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الإيمَانُ فِي
قُلُوبِكُمْ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لا يَلِتْكُمْ مِنْ
أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami
telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi Katakanlah ‘kami
telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika
kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi
sedikitpun pahala amalanmu; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.”(QS Al Hujurat : 14)
Iman sangat berperan dalam pembentukan
kepribadian yang unggul. Iman yang masuk ke dalam hati akan berbuah
pribadi yang berkualitas, akhlak yang karimah yang bisa dilihat langsung
dari amal-amal shalehnya yang dilakukannya secara konsisten dalam
kehidupan sehari-hari
Bagi orang-orang yang beriman, Allah menjadikan mereka benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan.
وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ
لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الأمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ
حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الإيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ
إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ
الرَّاشِدُونَ
Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu
ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan
benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu
‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam
hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan
kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang
lurus,(QS Al Hujurat : 7)
Sehingga kekafiran, kefasikan, dan
kemaksiatan itu akan mereka tinggalkan dengan senang hati. Sehingga
orang yang beriman hakekatnya adalah orang yang sangat beruntung.
Imannya membimbingnya kepada kebaikan, sekaligus mendidingnya dari
kemaksiatan.
Maka orang yang beriman akan senantiasa
bersyukur kepada Allah atas anugerah iman yang diterimanya. Apalagi
kebaikan moral seseorang karena iman akan membimbingnya kepada
kebahagiaan hidup yang kekal di akherat. Kesadaran seperti itu akan
menjadikan orang beriman semakin bersyukur dengan bersungguh-sungguh
memanfaatkan diri dan hartanya di jalan Allah. Di dunia karena imannya
dia menjadi orang yang berakhlak karimah, sedang di akherat dia akan
mendapatkan balasan kebahagiaannya yang kekal di sorga.
Meskipun banyak orang beriman yang tidak
memiliki banyak harta, namun mereka tetap bahagia. Mereka faham bahwa
dalam pandangan Allah harta dunia tidak lebih berharga dari pada sehelai
sayap nyamuk. Sedang nilai iman jauh lebih berharga dibanding dengan
emas sepenuh bumi. Karena orang yang mati tanpa iman tidak bisa menebus
diri dari siksa neraka yang kekal meski dengan emas sepenuh bumi.
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ
كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الأرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ
افْتَدَى بِهِ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ
نَاصِرِينَ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan
mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, Maka tidaklah akan diterima
dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun Dia menebus
diri dengan emas (yang sebanyak) itu. bagi mereka Itulah siksa yang
pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.(QS Ali Imran :
91)
Dalam konteks harta Rasulullah saw
menuntunkan kita untuk memandang ke bawah, kepada mereka yang kurang
beruntung. Dengan sikap seperti itu kita akan merasa lebih beruntung dan
lebih mudah bersyukur meskipun terhadap nikmat yang kecil. Orang yang
naik sepeda motor merasa bersyukur dari pada naik sepeda onthel. Orang
yang naik sepeda onthel merasa bersyukur dari pada berjalan kaki. Orang
yang berjalan kaki merasa bersyukur dari pada yang lumpuh kakinya.
Dengan mensyukuri nikmat Allah yang kecil,
niscaya Allah akan mendatangkan kepadanya nikmat yang banyak. Semoga
Allah memilih kita menjadi hamba-Nya yang pandai bersyukur, aamiin.
Iman itu ibarat pondasi dari sebuah
bangunan, dan dalam kehidupan iman merupakan dasar untuk melakukan
segala kebajikan, yang akan menyelamatkan kita di hari perhitungan
kelak.
Amin yarobal 'alamin.
Demikian yang dapat kami sampaikan mudah-mudahan ada manfaatnya bzgi kita semua amin.
Billahi taufiq walhidayah wassalaamu;alaikum.Wr.wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar